MOTTO
Bersinar dengan Iman, Bergerak dengan Cerdas, Berbudaya Lingkungan
VISI
“Terwujudnya Murid yang Beriman, Bernalar Kritis, Kreatif, Mandiri, Peduli Lingkungan, dan Berwawasan Global.”
Adapun indikator ketercapaian dari visi sesuai dengan variabelnya antara lain:
Beriman
Dimensi beriman mengarahkan murid agar tidak hanya memahami ajaran agama yang dianutnya, tetapi juga menghayati dan mengamalkannya secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari, sehingga tercermin dalam sikap, perilaku, dan keteladanan. Dimensi Beriman dan Bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa mencakup tiga aspek utama:
Hubungan dengan Tuhan Yang Maha Esa, yang ditunjukkan melalui pelaksanaan ibadah dan pembiasaan religius.
Hubungan dengan sesama, yang tercermin dalam sikap toleransi, empati, dan perilaku berakhlak mulia.
Hubungan dengan lingkungan, yang diwujudkan melalui sikap menjaga dan melestarikan ciptaan Tuhan.
Bernalar Kritis
Dimensi bernalar kritis menyiapkan murid untuk mampu berpikir logis, analitis, dan reflektif dalam memahami informasi, mengambil keputusan, dan menyelesaikan permasalahan sesuai konteks kehidupan nyata. Dimensi Bernalar Kritis terdiri atas tiga subdimensi:
Penyampaian argumentasi, yaitu kemampuan menyampaikan pendapat secara logis dan berbasis data atau fakta.
Pengambilan keputusan, yaitu kemampuan memilih solusi terbaik melalui pertimbangan yang rasional.
Penyelesaian masalah, yaitu kemampuan mengidentifikasi masalah, menganalisis sebab-akibat, dan merumuskan solusi yang tepat.
Kreatif
Dimensi kreatif mengembangkan kemampuan murid untuk menghasilkan gagasan baru, mengekspresikan ide secara fleksibel, serta menciptakan karya atau tindakan yang bermakna dan berdampak positif. Dimensi Kreativitas mencakup tiga subdimensi:
Gagasan baru, yaitu kemampuan melahirkan ide-ide orisinal dan inovatif.
Fleksibilitas berpikir, yaitu kemampuan melihat permasalahan dari berbagai sudut pandang.
Karya, yaitu kemampuan mewujudkan gagasan menjadi produk, karya, atau solusi nyata.
Mandiri
Dimensi mandiri membekali murid agar mampu mengelola proses belajarnya sendiri, memiliki rasa tanggung jawab, serta mampu beradaptasi terhadap perubahan dan tantangan. Dimensi Kemandirian terdiri atas tiga subdimensi:
Tanggung jawab, yaitu kemampuan menyelesaikan tugas dan kewajiban secara konsisten.
Kepemimpinan diri, yaitu kemampuan mengatur, mengarahkan, dan memotivasi diri sendiri.
Pengembangan diri, yaitu kemauan untuk terus belajar, memperbaiki diri, dan mengembangkan potensi.
Peduli Lingkungan
Dimensi peduli lingkungan mengarahkan murid untuk memiliki kesadaran, sikap, dan tindakan nyata dalam menjaga, melestarikan, serta memperbaiki kondisi lingkungan hidup secara berkelanjutan. Indikator peduli lingkungan tercermin melalui:
Kepedulian terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan sekolah.
Keterlibatan aktif dalam kegiatan pelestarian lingkungan.
Penerapan perilaku ramah lingkungan dalam kehidupan sehari-hari, baik pada lingkup lokal maupun global.
Berwawasan Global
Kemampuan murid memanfaatkan literasi dan teknologi digital secara bijak, menghargai keberagaman, serta memiliki kepedulian terhadap isu global sesuai nilai-nilai. Indikator ketercapaian:
Memiliki literasi dasar (baca-tulis, numerasi, dan digital) sebagai bekal menghadapi perkembangan dunia.
Mampu berkomunikasi secara santun, terbuka terhadap perbedaan budaya, dan menghargai keberagaman.
Memanfaatkan teknologi digital secara bijak, aman, dan bertanggung jawab dalam proses belajar.
Memiliki kepedulian terhadap isu global, khususnya lingkungan hidup, dengan tetap berakar pada nilai-nilai profil lulusan.
Mengembangkan keterampilan abad 21 (berpikir kritis, kreatif, kolaboratif, dan komunikatif) sesuai tahap perkembangan anak sekolah dasar.
MISI
Menumbuhkan keimanan dan akhlak mulia.
Menyelenggarakan pembelajaran bermakna dan kontekstual berbasis proyek dan inkuiri.
Mengembangkan kemandirian dengan pemanfaatan teknologi digital.
Menanamkan kepedulian terhadap lingkungan
Mengembangkan kemampuan berdaya saing global.
Membangun ekosistem sekolah yang sehat, aman, inklusif, dan kolaboratif.
TUJUAN
Tujuan Umum SDN Lenteng Agung 07
Pada akhir tahun 2029, meningkatkan keimanan dan akhlak mulia peserta didik, yang ditandai dengan minimal 90% peserta didik menunjukkan perilaku religius dan sikap positif dalam kehidupan sekolah.
Pada akhir tahun 2029, meningkatkan kualitas pembelajaran bermkna dan kontekstual berbasis proyek dan inkuiri, yang ditunjukkan oleh minimal 80% guru menerapkan pembelajaran berbasis proyek dan inkuiri secara konsisten.
Pada akhir tahun 2029, meningkatkan kemandirian belajar peserta didik melalui pemanfaatan teknologi digital secara bijak dan bertanggung jawab, yang ditunjukkan oleh minimal 75% peserta didik mampu menyelesaikan tugas dan proyek belajar secara mandiri berbasis digital.
Pada akhir tahun 2029, meningkatkan kepedulian warga sekolah terhadap lingkungan hidup, yang ditandai dengan minimal 85% warga sekolah menerapkan perilaku ramah lingkungan dalam kegiatan sehari-hari di sekolah.
Pada akhir tahun 2029, meningkatkan kemampuan berdaya saing global peserta didik melalui penguatan literasi, numerasi, komunikasi, dan kolaborasi, yang ditunjukkan oleh peningkatan hasil asesmen dan keterlibatan dalam kegiatan kolaboratif.
Pada akhir tahun 2029, mewujudkan ekosistem sekolah yang sehat, aman, inklusif, dan kolaboratif, yang ditandai dengan lingkungan belajar yang kondusif serta terjalinnya minimal 3 kemitraan aktif dengan orang tua dan pihak eksternal.
Tujuan Khusus SDN Lenteng Agung 07
Tujuan Jangka Pendek (Tahun 2025)
Pada akhir tahun 2025, minimal 70% peserta didik menunjukkan perilaku beriman dan berakhlak mulia melalui keterlibatan aktif dalam pembiasaan religius dan budaya positif sekolah.
Pada akhir tahun 2025, minimal 40% guru menerapkan pembelajaran bermakna dan kontekstual berbasis proyek dan inkuiri dalam proses pembelajaran.
Pada akhir tahun 2025, minimal 50% peserta didik mampu belajar mandiri dengan memanfaatkan teknologi digital secara bijak dan bertanggung jawab.
Pada akhir tahun 2025, Minimal 60% warga sekolah menunjukkan perilaku peduli lingkungan alam, buatan, sosial, dan digital.
Pada akhir tahun 2025, sekolah melaksanakan minimal 2 program literasi dan numerasi yang terintegrasi dalam pembelajaran.
Pada akhir tahun 2025, terwujud lingkungan sekolah yang sehat, aman, inklusif, dan kolaboratif, yang ditandai dengan:
Minimal 70% sarana sanitasi dan kebersihan berfungsi baik,
Minimal 80% warga sekolah merasa aman dan nyaman,
Minimal 60% guru mulai menerapkan pendekatan pembelajaran ramah anak, dan
keterlibatan pemangku kepentingan dalam minimal 40% kegiatan sekolah.
Tujuan Jangka Menengah (Tahun 2026 - 2027)
Pada akhir tahun 2027, minimal 80% peserta didik menunjukkan perilaku beriman dan berakhlak mulia secara konsisten dalam kehidupan sekolah.
Pada akhir tahun 2027, minimal 65% guru secara konsisten menerapkan pembelajaran bermakna dan kontekstual berbasis proyek dan inkuiri.
Pada akhir tahun 2027, minimal 70% peserta didik menunjukkan kemandirian belajar melalui pemanfaatan teknologi digital secara bertanggung jawab.
Pada akhir tahun 2027, minimal 75% warga sekolah aktif berpartisipasi dalam program peduli lingkungan dan GPBLHS.
Pada akhir tahun 2027, terjadi peningkatan capaian literasi dan numerasi peserta didik berdasarkan hasil evaluasi sekolah.
Pada akhir tahun 2027, sekolah berkembang menjadi sekolah yang sehat, aman, inklusif, dan kolaboratif, yang ditandai dengan:
Minimal 80% sarana dan praktik sekolah memenuhi indikator sekolah sehat,
Minimal 85% warga sekolah merasa aman,
Minimal 70% guru menerapkan pembelajaran inklusif, dan
keterlibatan pemangku kepentingan dalam minimal 60% kegiatan sekolah.
Tujuan Jangka Panjang (Tahun 2028 - 2029)
Pada akhir tahun 2029, minimal 90% lulusan memiliki karakter beriman, berakhlak mulia, mandiri, dan peduli terhadap sesama serta lingkungan.
Pada akhir tahun 2029, minimal 80% guru menjadikan pembelajaran bermakna dan kontekstual berbasis proyek dan inkuiri sebagai budaya pembelajaran sekolah.
Pada akhir tahun 2029, minimal 75% peserta didik mampu belajar secara mandiri dengan memanfaatkan teknologi digital untuk mendukung proses belajarnya.
Pada akhir tahun 2029, Minimal 85% warga sekolah membudayakan perilaku peduli lingkungan secara berkelanjutan pada seluruh aspek lingkungan.
Pada akhir tahun 2029, minimal 80% peserta didik menunjukkan kemampuan bernalar kritis, kreatif, serta literasi dan numerasi sebagai bekal daya saing global.
Pada akhir tahun 2029, SDN Lenteng Agung 07 terwujud sebagai sekolah yang sehat, aman, inklusif, dan kolaboratif, yang ditandai dengan:
Minimal 85% pemenuhan indikator sekolah sehat,
Minimal 90% warga sekolah merasa aman dan nyaman,
Minimal 80% guru menerapkan pembelajaran ramah anak dan inklusif, serta
keterlibatan pemangku kepentingan dalam minimal 75% kegiatan sekolah.